
W S Rendra || Profil || Kumpulan Karya W S Rendra
Sutan Takdir Alisyahbana, Tokoh Sastra Indonesia
Sanusi Pane || Profil || Kumpulan Karya Sanusi Pane
Mohammad Yamin || Kumpulan Karya Mohammad Yamin
H B Jassin || Profil || Kumpulan Karya H B Jassin
Chairil Anwar || Profil || Kumpulan Puisi Chairil Anwar
Asrul Sani || Profil || Kumpulan Karya Asrul Sani
Armin Pane || Profil || Kumpulan Karya Armin Pane

W S Rendra, Tokoh Sastra Indonesia
JKK On :
W S Rendra, Tokoh Sastra Indonesia
gio On :
W S Rendra, Tokoh Sastra Indonesia
lili On :
W S Rendra, Tokoh Sastra Indonesia
alan On :
W S Rendra, Tokoh Sastra Indonesia
adek On :
W S Rendra, Tokoh Sastra Indonesia

W S Rendra || Profil || Kumpulan Karya W S Rendra
TOKOH SASTRA INDONESIA » W S RENDRA
PROFIL W S RENDRA
W. S. Rendra .. Pria Yang Lahir Di Solo, Pada Tanggal 07 Nopember 1935 Ini, Adalah Satu Diantara Beberapa Anak Bangsa Yang Peduli Akan Nasib Dan Kemajuan Sastra, Seni Dan Budaya. Pemilik Nama Lengkap Willibrordus Surendra Broto Rendra Ini Telah Menggeluti Dunia Penulisan Cerpen Dan Essai Sejak Masih Dibangku Kuliahnya. Karya - Karyanya Pada Waktu Itu Antara Lain Adalah Kumpulan Sajak Balada Orang-Orang Tercinta Dan Empat Kumpulan Sajak. Salah Satu Drama Hasil Karyanya Adalah Drama Yang Berjudul " Orang - Orang Di Tikungan Jalan ". W. S. Rendra, Mendapatkan Gelar Sarjana Mudanya Di Universitas Gajah Mada, Merasa Belum Memiliki Bekal Yang Cukup Dalam Seni Pentas Dan Dramatikal Membuat W. S. Rendra Memilih Untuk Melanjutkan Studinya Di American Academy Of Dramatical Art, New York, USA.
Mendirikan Bengkel Teater Adalah Hal Pertama Yang Dilakukan W. S. Rendra Setelah Pada Tahun 1967 Ia Kembali Dari Amerika. Kemudian Memimpin Bengkel Yang Berada Di Jogjakarta Itu Sembari Terus Menulis Naskah Yang Disutradai Dan Diperankan Sendiri Oleh W. S. Rendra. Selain Pementasan, W. S. Rendra Masih Tetap Juga Menulis Puisi. Perhatiannya Akan Nasib Kaum Kecil Di Tanah Air Ini, Tercermin Lewat Puisi Berjudul " Bersatulah Pelacur - Pelacur Kota Jakarta " Dan " Pesan Pencopet Kepada Pacarnya ".
Pada Era Tahun 1978, Disaat Ketika Para Mahasiswa Marak Melakukan Aksi Protesnya, W. S. Rendra Adalah Juga Merupakan Salah Seorang Aktifis Yang Terjun Pada Waktu Itu. Hal Ini Bahkan Sampai Membuat Penggagas Bengkal Teater Jogja Itu Sempat Ditahan Oleh Pemerintahan Orde Baru Pada Waktu Itu. Karya - Karyanya Yang Tajam Beraroma Protes Terhadap Pemerintah Pada Waktu Itu Banyak Yang Dicekal Dan Dilarang Pentas, Seperti " SEKDA Dan Mastodon Dan Burung Kondor " Yang Pada Saat Itu Dilarang Pentas Di Taman Ismail Marzuki Oleh Pemerintah Pada Waktu Itu.
Penyair Yang Lebih Dikenal Dengan Julukan " Si Burung Merak " Ini, Sangatlah Mahir Memainkan Irama Serta Tempo Dari Setiap Lakon Drama Yang Dia Pentaskan. Sebuah Bentuk Lain Dari Gaya Seorang W. S. Rendra Yang Menyuguhkan Pesona Dari Setiap Tokoh Dalam Drama Yang Dipentaskan Dan Diperaninya. W. S. Rendra Menggunakan Hampir Sebagaian Besar Hidupnay Dalam Membesarkan Dunia Sastra Dan Teater Yang Ada Di Tanah Air. Karyanya Tidak Hanya Dikenal Oleh Penikmat Seni Dan Sastra Di Tanah Air, Sebab Karyanya Yang Berupa Sajak Telah Diterjemahkan Ke Dalam Bahasa Inggris Oleh Oxford University Press Pada Tahun 1974. Seperti " Rendra: Ballads And Blues Poems ". Naskah Dramanya Seperti Perang Troya Tidak Akan Meletus, Oedipus Rex Dan Kasidah Barzanji Telah Juga Dipentaskan.
Telah Banyak Penghargaan Yang Diterima Oleh W. S. Rendra, Diantaranya Hadiah Puisi Dari Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional Pada Tahun 1957, Anugerah Seni Dari Departemen P & K Pada Tahun 1969, Hadiah Seni Dari Akademi Jakarta Pada Tahun 1975 Dan Terpilih Sebagai Penerima Achmad Bakrie Award 2006.
Sunarti Suwandi Adalah Isteri Pertama W. S. Rendra Yang Mengaruniainya 5 Orang Anak, Namun Hal Ini Tidak Bertahan Lama Karena Perceraian Yang Terjadi Di Tahun 1981. Menikah Lagi Adalah Pilihan W. S. Rendra, Dengan Isteri Ke-2nya Yaitu Bendoro Raden Ayu Sitoresmi Prabuningrat Yang Mengaruniainya 4 Orang Anak. Tapi Lagi - Lagi Harus Berujungkan Perceraian. Dan Ken Zuraida Adalah Isteri Terakhirnya Yang Mengaruniainya 2 Orang Anak.
W. S. Rendra Meninggal Dunia Di RS Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Pada Tanggal 06 Agustus 2009 Karena Penyakit Jantung Koroner Yang Dideritanya. Sutradara Dari Banyak Lakon Drama Ini Dimakamkan Di TPU Bengkel Teater Rendra, Cipayung, Depok.
" W. S. Rendra, Adalah Satu Dari Beberapa Tokoh Bahasa Dan Sastra Indonesia Yang Peduli Dengan Kemajuan Tata Bahasa Indonesia. Adalah Tokoh Dari Sebuah Peradaban, Adalah Peradaban Dari Sebuah Tata Bahasa. Bahasa Dari Tanah Air Dan Nusantara Kita Tercinta "
Karya W. S. Rendra Yang Terhimpun :
Karya W. S. Rendra Yang Berbentuk Puisi / Sajak
* Balada Orang-Orang Tercinta [ Kumpulan Sajak Karya W. S. Rendra ]
* Jangan Takut Ibu
* Empat Kumpulan Sajak
* Rick Dari Corona
* Potret Pembangunan Dalam Puisi
* Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta
* Pesan Pencopet Kepada Pacarnya
* Perjuangan Suku Naga
* Rendra: Ballads And Blues Poem [ Terjemahan ]
* Blues Untuk Bonnie
* State Of Emergency
* Pamphleten Van Een Dichter
* Sajak Seorang Tua Tentang Bandung Lautan Api
* Mencari Bapak
* Surat Cinta
* Rumpun Alang-Alang
Karya W. S. Rendra Yang Berbentuk Drama
* SEKDA Dan Mastodon Dan Burung Kondor
* Orang-Orang Di Tikungan Jalan
* Oedipus Rex
* Kasidah Barzanji
* Perang Troya Tidak Akan Meletus
Sat, 29 Jan 2011 05:58:37 GMTPost by admin nttuWEB



